0 comments

Siswi Hamil Boleh Ikut UN Tapi Harus Dipisahkan

Siswi Hamil Boleh Ikut UN Tapi Harus Dipisahkan - Jumlah siswi hamil yang melonjak drastis menjelang Ujian Nasional (UN) mematik reaksi dari Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur. Menurut Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Harun, tidak ada aturan yang melarang siswi hamil ikut UN. Namun demikian, tentunya ada sanksi moral yang diberlakukan, terlebih lagi siswi tersebut hamil di luar nikah. "Enggak ada aturan yang melarang. Jadi siswi hamil boleh ikut UN. Namun sebaiknya tidak dicampur dengan siswa lainnya. Harus ditempatkan di ruang terpisah," kata Harun.

http://coba-liat.blogspot.com/
Siswi Hamil Boleh Ikut UN
Tujuan dari pemisahan itu adalah memberikan efek jera terhadap siswi yang berbuat demikian. Artinya, ada sanksi moral yang diterapkan oleh masing-masing pihak sekolah. "Kita juga pernah sekolah. Sebagai pelajar tentu tidak hanya pandai dalam bidang akademik tapi harus ada nilai-nilai moral yang dianut. 

Nah dengan pemisahan itu adalah bentuk sanksi moral terhadap siswi hamil," ujar mantan Kepala Dinas Pariwisata Pemprov Jatim ini. Harun mengaku menyerahkan kebijakan terhadap siswi hamil untuk ikut UN ini kepada masing-masing sekolah yang bersangkutan. Artinya, teknis berada di sekolah. Tapi, tegasnya, tidak ada aturan yang melarang siswi hamil ikut UN. 

Sebab, untuk menunjang kelulusan sudah ada aturan yakni 60 persen dari UN dan 40 persen dari nilai sekolah. "Tentunya nilai sekolah ini juga menyangkut moral seorang pelajar," ujarnya. Harun juga mengatakan, pihak Dindik Jawa Timur tidak perlu mengeluarkan aturan tertulis terkait pembolehan siswi hamil untuk ikut UN. Namun demikan ia juga telah mengimbau kepada semua sekolah di Jawa Timur. "Saya kira enggak perlulah aturan tertulis. 

Kan sudah jelas dalam Prosedur Standar Operasi (PSO) tidak mengatur hal itu," terangnya. Sebelumnya, Hotline Pendidikan Jawa Timur merilis setidaknya terdapat tujuh siswi hamil yang akan mengikuti UN pada 15-18 April mendatang. Data tersebut didapatkan dari laporan yang masuk ke Hotline Pendidikan. Jumlah ini meningkat drastis dibanding tahun lalu. Pada UN sebelumnya hanya terdapat tiga siswi hamil yang ikut UN di Wilayah Surabaya.

0 comments:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top