0 comments

Selepas Sore Di Ujung Beranda

 
1/
selepas sore
di ujung beranda
sebatang filter
menyusur awang

saat
x-)rinai senja mulai memerah mengurai sisa hujan
sedang ufuk barat nampak ada bias pelangi tak terbaca
diburamkan gugusan awan lalu kemuning

aku hanya terdiam ..
saat sekumpulan perawan menaburkan kekaguman di altar cintaku
melempar pandang seulas senyum
=p~ bermandi wangi merebak lembut terbawa angin
menguasai sekujur rasa
tak sedikitpun  mampu
:-d menggugah rayuanku

entahlah ..
aku lebih suka memperhatikan denting gerimis,
juga kerumunan percik yang riang berloncatan di atas tanah
meski aku sudah tak lagi menyimpan sebuah nama
yang terus ku genggam tak mampu kuyakini
hanya terurai dalam tanya
"di manakah aku diantara hatimu?"entahlah..setahuku penuh bunga dan riuh kekaguman'

apakah aku masih setia pada sepi?
pada hampar ilalang atau semerbak raflesia?
ah sudahlah ..
;-(

2/
Selepas Sore Di Ujung Beranda
meminang sebait lamunan
seperti biasa

=))menikmati guguran sisa hujan
sementara ribuan percik yang lain masih liuk berterbangan di atas langit
memanja dibuai angin
tarian pasir .. aroma tanah basah .. gerimis
itu menenangkan.
seperti kataku,mereka bisa membuatku jatuh cinta berulang kali
ada kalanya alam berbicara begitu indah
 
lebih indah dari ratusan puisi
karna mereka mengutipnya dari sabda tuhannya

3/
Selepas Sore Di Ujung Beranda
menjelang maghrib
dulu aku yang bocah berhamburan keluar rumah saat hujan tiba
seperti bertemu kawan terbaikku
berlarian sepanjang jalanan kampung
riang menyanyikan senandung hujan
:>)"udano sing deres
nyambelo sing pedes
macako sing pantes
kuplukan sing ambles"
semacam  lirik kegembiraan menyambut hujan
tak lekang oleh waktu
dan suasana menjadi makin riang saat bertemu teman temanku
bermain bola di tanah
@-)lapang
menceburkan diri ke kali
saling melempar lumpur
atau bersorak meneriaki barisan bangau yang pulang ke tepi laut
maklum kami anak desa lebih akrab dengan lumpur sawah dan ilalang

kini
saat jasad ini mulai rapuh dan merenta

;(( saat kematian kian mendekatiku
saat jemari ini telah gemetar menggenggam takdir
aku lebih suka duduk di ujung
;((beranda
menikmati semua yang tuhan hidangkan
membaca setiap baitnya
dan itu sudah mampu membuatku hanyut dan tenggelam
ya .. tak ada hal yang paling menyenangkan bagi pria usang sepertiku
selain bercerita tentang kejayaan masa mudanya *batuk2*
(ga tau kenapa aku selalu berkata seperti itu?
mungkin agar selalu merasa dekat dengan kematianku.
agar aku selalu merasa "nyaman" dan memeluknya dengan senyuman saat ia telah tiba :)
ya.. cukup untuk hari ini aku bercerita tentangku.
"aku tak berharap takdir akan menuruti semua keinginanku''

 Aku hanya ingin tersenyum saat aku benar benar pergi
8-)
by;Risalahati

0 comments:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top