0 comments

Wanita Ini Nekat Jalani Hidup Tanpa Usus

http://coba-liat.blogspot.com/
Wanita Ini Nekat Jalani Hidup Tanpa Usus
Wanita Ini Nekat Jalani Hidup Tanpa Usus - Saking takutnya terserang Kanker, seorang wanita di Inggris memilih untuk mengangkat usus besarnya. Padahal wanita tersebut tidak memiliki tanda-tanda kanker sama sekali. Ternyata keluarganya memang punya riwayat kanker. Fungsi usus besarnya lalu dialihkan ke usus kecil.

Wanita bernama Lynne Fisher (51 tahun) ini pun harus menanggung konsekuensinya. Selama setahun, dia berjuang keras untuk mengontrol buang air besarnya. Dia juga berjuang mengatasi depresi karena membenci luka operasi dan 28 staples yang masih membekas di tubuhnya. Tak hanya itu, penyakit Multiple Sclerosis-nya pun kumat lagi.

"Apa artinya setahun jika dibandingkan dengan kematian? Saya bisa melihat anjing-anjing, anak-anak saya dan cucu saya tumbuh dewasa. Saya bisa melihat bunga sakura saya di pohon, bisa melihat matahari bersinar di pagi hari. Saya bisa berlibur, saya harus melihat kehidupan," kata Lynne seperti dilansirABC News.

Salah satu penyebab parno-nya Lynne adalah lantaran dia mewarisi gen penyebab kanker. Ia dan keluarganya memiliki sindrom Lynch, mutasi gen yang dapat memicu kanker kolon atau usus besar. Operasi pengangkatan kolon atau prophylactic subtotal colectomy sebenarnya adalah pilihan terakhir untuk mengatasi sindrom ini.

Lynne sudah menyatakan perang dengan kanker usus sejak lebih dari 20 tahun yang lalu. Ketika itu usianya masih awal 30-an tahun. Pamannya terserang kanker kolon dan meninggal di tahun 1982. Selang berapa lama, ayahnya sakit dan meninggal karena penyakit yang sama.

Lalu 10 tahun kemudian, kakaknya yang bernama Mickey didiagnosis mengidap kanker usus saat berusia 28 tahun dan meninggal 2 tahun kemudian, meninggalkan 2 anak dan istrinya yang sedang hamil. Setelah Mickey tiada, Lynne sempat mengalami gangguan saraf ringan.

Walau sudah merenggut 3 orang anggota keluarga, dokter masih belum mengambil kesimpulan bahwa penyakit kanker usus diwariskan dalam keluarga Fisher. Hingga pada tahun 1997, ibu Lynne juga akhirnya meninggal karena kanker usus pada usia 68 tahun.

Di tahun 2006, adiknya yang bernama Clyve menjalani kolonoskopi dan dinyatakan sehat, tapi pada bulan April dia meninggal karena kanker usus besar. Saat terbaring sekarat, Clyve berpesan agar Lynn menjalani pemeriksaan. Dia tidak ingin ada anggota keluarganya lagi harus meninggal karena kanker.

"Jika mereka menemukan keterkaitan ini sejak dulu, mungkin mereka bisa menyelamatkan hidup adik saya," kata Lynn.

Melihat rentetan kasus ini, dokter akhirnya menyadari bahwa keluarga Fisher mewarisi sindrom Lynch. Lynn dan anak-anaknya lalu menjalani tes pemeriksaan kanker, begitu pula 2 saudara kandungnya yang lain, namun hasilnya nihil. Dokter mendorongnya untuk menjalani operasi pengangkatan usus besar.

Sebenarnya, banyak dokter tidak menyarankan operasi pengangkatan tersebut karena efek sampingnya. Beberapa obat dapat mencegah dan memerangi sindrom Lynch. Bahkan sebuah penelitian terbaru di Inggris menunjukkan bahwa minum aspirin setiap hari bisa mengurangi kemungkinan kanker usus besar sebanyak 50%.

"Pemeriksaan dengan kolonoskopi sangat efektif. Mungkin salah satu tes paling efektif dalam semua jenis kanker. Ada banyak keengganan dokter untuk melakukan prosedur operasi, ini masih belum sepenuhnya diterima," kata dr Kevin Monahan dari West Middlesex University Hospital.

Walau begitu, Lynne mengatakan bahwa ia tidak punya pilihan lain. Dokternya mengatakan bahwa jika tidak dioperasi, dia akan segera terkena kanker seperti keluarganya yang lain. Walau sempat mengalami berbagai efek samping, dia tidak menyesal telah menjalani operasi tersebut.

0 comments:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top