0 comments

Terbangun untuk Buang Air Kecil di Malam Hari Bisa Memperburuk Insomnia

http://coba-liat.blogspot.com/
Insomnia
Terbangun untuk Buang Air Kecil di Malam Hari Bisa Memperburuk Insomnia - Beberapa orang mungkin dapat terbangun dari tidurnya di malam hari karena desakan ingin buang air kecil. Kondisi ini dikenal dengan nokturia, yang diketahui dapat memperburuk insomnia pada orang dewasa yang lebih tua.

Para ilmuwan dari Stanford University awalnya ingin mempelajari hal apa saja yang menyebabkan seseorang bangun tidur dengan keadaan sangat lelah di pagi hari. Ternyata bukan insomnia saja yang menjadi alasannya, kondisi kandung kemih juga berpengaruh. 

Nokturia adalah kebutuhan untuk buang air kecil yang mendesak hingga membuat Anda terbangun dari tidur di malam hari. Kondisi ini seringkali terjadi pada orang tua, dimana gangguan kandung kemih tersebut dikaitkan dengan terlalu banyak minum atau kondisi medis yang serius seperti sleep apnea, infeksi kandung kemih, atau bahkan kanker prostat.

Peneliti menemukan bahwa orang tua yang harus bangun dan pergi ke kamar mandi di tengah malam, lebih banyak menghadapi gejala insomnia. Hasil penelitian tersebut diterbitkan dalam Journal of Clinical Sleep Medicine, seperti ditulis Everyday Health.

Penelitian sebelumnya telah menemukan hubungan antara gejala insomnia dan nokturia, namun data yang digunakan dalam studi tersebut didasarkan pada informasi subyektif yang diberikan oleh pasien saja. Kini, peneliti memutuskan untuk mempelajari orang tua yang memiliki nokturia dan insomnia dengan mengumpulkan kedua data, baik subyektif maupun obyektif.

Pasien diminta melaporkan kondisi tidurnya untuk mengumpulkan analisis subyektif dan juga diminta mengenakan unit actigraph, perangkat kecil yang menyerupai jam tangan untuk mengukur gerakan saat tidur, untuk mengumpulkan data obyektif.
'
Studi tersebut berlangsung selama 2 minggu yang melibatkan 147 sukarelawan, yang terdiri dari 55 pria dan 92 wanita. Peneliti menemukan bahwa berdasarkan data actigraph, sebagian besar pasien hanya memiliki tingkat efisiensi tidur sebanyak 79 persen, yang berarti kelompok tersebut menghabiskan lebih dari 3 jam waktu tidur di tempat tidur dan hampir satu jam dihabiskan untuk terjaga.

Sekitar 54 persen dari pasien, mengaku terbangun di malam hari karena kebutuhan untuk buang air kecil. Pasien juga melaporkan bahwa dirinya kesulitan untuk tertidur kembali setelah kembali dari kamar mandi.

Peneliti berpendapat bahwa dengan adanya kaitan ini, mungkin pengobatan yang tepat untuk insomnia juga dapat mengurangi terjadinya nokturia. Anda juga perlu melakukan beberapa hal untuk meringankan nokturia, misalnya mengurangi konsumsi cairan dan makanan asin sebelum tidur.

0 comments:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top