0 comments

Lupa Kata-kata Pertama di Daftar Belanja? Mungkin Kemampuan Otak Menurun

http://coba-liat.blogspot.com/
Lupa Kata-kata Pertama di Daftar Belanja
Lupa Kata-kata Pertama di Daftar Belanja? - Daya ingat atau memori dapat berkurang seiring dengan bertambahnya usia. Namun jika saat melakukan aktivitas harian seperti berbelanja Anda lupa mengingat kata-kata pertama dalam daftar belanjaan maka Anda harus waspada. Menurut sebuah studi, itu bisa jadi gejala awal penurunan kognitif atau kemampuan otak.

Dalam studi ini, orang dewasa tua yang kesulitan mengingat empat dari 15 kata yang ada pada sebuah daftar lebih cenderung memperoleh skor yang lebih buruk dalam tes kognitif ketimbang orang yang tak begitu banyak kehilangan daya ingat.

Padahal secara umum, orang-orang akan lebih mudah mengingat kata-kata pertama dalam daftar (disebut dengan primacy words atau kata-kata primer) ketimbang kata-kata yang di tengah. Diduga ini terjadi akibat 'primacy effect' yang faktanya berasal dari kecenderungan orang-orang untuk lebih sering mengulang kata-kata pertama dalam daftar sehingga kata-kata itu lebih 'menancap' di memorinya daripada kata-kata yang terletak di tengah kalimat.

Selain itu, orang-orang juga lebih mudah mengingat kata-kata di akhir daftar daripada kata-kata yang berada di tengah (disebut juga dengan recency effect).

Temuan baru ini pun menunjukkan bahwa ketidakmampuan seseorang untuk mengingat kata-kata pertama dalam daftar bisa jadi pertanda adanya risiko penurunan kondisi otak.

Hal ini terbukti ketika peneliti melibatkan 200 orang berusia 60-91 tahun dan tidak menunjukkan gejala demensia ataupun penyakit psikiatri lainnya ketika studi dimulai. Setiap partisipan diminta membaca sebuah daftar berisi 15 kata sebanyak lima kali lalu diminta mengingat-ingat kata-kata tersebut.

20 Menit kemudian, partisipan diminta mengingat-ingat kata-kata itu lagi. Setiap partisipan juga menjalani sebuah tes khusus agar fungsi kognitifnya dapat diamati. Selama empat tahun (periode studi), partisipan diminta kembali beberapa kali untuk menjalani tes yang sama.

Hasilnya, 70 partisipan diketahui mengalami penurunan skor saat menjalani tes kognitif dalam kurun waktu empat tahun, terutama pada partisipan yang sejak awal sudah kesulitan mengingat kata-kata primer setelah diberi jeda 20 menit.

"Jika temuan ini telah dipastikan oleh studi-studi berikutnya, cara ini bisa dijadikan metode non-invasif untuk mengidentifikasi apakah orang-orang dewasa tua berisiko mengalami penurunan kognitif atau tidak," ungkap peneliti Dr. Nunzio Pomara, direktur divisi psikiatri geriatrik di Nathan S. Kline Institute for Psychiatric Research, Orangeburg, N.Y seperti dilansir Live Science.

"Tapi sebenarnya tak ada kaitan antara kemampuan untuk mengingat kata-kata dalam daftar dengan skor tes kognitif. Hanya saja kami mencatat bahwa penurunan mental yang dialami partisipan sifatnya tak begitu mencolok. Bisa jadi tak ada partisipan yang mengalami masalah kognitif serius ketika studi dimulai dan partisipan hanya diamati dalam jangka pendek. Jadi perlu studi yang cakupannya lebih besar, termasuk dengan melibatkan orang yang mengalami gangguan kognitif yang lebih parah," simpul Pomara.

0 comments:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top