0 comments

Wikileaks Bocorkan Pesta Seks Dan Narkoba Para Pangeran Kerajaan Saudi

10:45 AM
Pangeran Al Walid bin Talal dari Arab Saudi. (forbes.com)

Bagi kebanyakan orang, hidup di Arab Saudi memang tidak adil. Ketika polisi syariah ketat berpatroli buat menjaga ketertiban moral, para pangeran di Negeri Dua Kota Suci itu malah tenggelam dalam lautan dosa.

Situs pembocor WikiLeaks menggelontorkan bocoran sangat mengejutkan sekaligus miris. Para pangeran keluarga kerajaan Saudi kerap menggelar pesta, berjejal dengan pelacur, minuman beralkohol, dan narkotik.

Sejumlah pejabat Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Jeddah, Saudi, menceritakan soal pesta Halloween, Oktober 2009 digelar di rumah seorang pangeran dari keluarga Al-Thunayan di kota itu. Acara hura-hura itu jauh dari sifat halal. Minuman beralkohol dan para pelacur melimpah di vila-vila dijaga ketat di kompleks rumah sang pangeran.

lebih dari 150 lelaki dan perempuan Saudi hadir dengan kostum khas pesta Halloween. Kebanyakan berumur 20-an dan 30-an. Tidak sembarang orang bisa datang. Hanya yang namanya tertulis di meja pendaftaran bisa melewati penjagaan di luar rumah sang pangeran. Tempat pesta dirancang seperti klub malam. Ada bar penuh minuman keras dan pemandu musik.

"Minuman beralkohol sangat dilarang oleh hukum Saudi banyak tersedia di bar," tulis WikiLeaks, seperti dilansir surat kabar the Guardian, Desember 2010. Tentu saja hanya tersedia minuman berkelas, seperti vodka Smirnoff seharga Rp 3,8 juta sebotol. Tetamu menikmati koktail disajikan para pelayan asal Filipina. Mereka juga bergumul dengan perempuan-perempuan pemuas syahwat. Pokoknya surga dunia.

Seorang penggila pesta asal Amerika, Martin Quinn, mengungkapkan kehidupan para pangeran Saudi memang sudah terbiasa hidup bebas seperti di dunia Barat. "Mereka akrab memakai kokain dan mengisap ganja," ujarnya.

Menurut sejumlah diplomat, para pengawal pangeran Saudi kebanyakan lelaki Nigeria atau dari negara-negara Afrika lainnya. Mereka sudah bekerja sejak pangeran masih kecil dan biasanya seumuran sehingga kesetiaan mereka tidak perlu diragukan.

Seorang pemuda Saudi mengatakan pesta-pesta besar sudah menjadi kecenderungan di Saudi. Bahkan, sejak beberapa tahun lalu, hura-hura itu digelar saban akhir pekan di rumah orang-orang super kaya. "Karena masyarakat kami makin konservatif, pola interaksi telah pindah ke dalam rumah," ujar seorang lelaki Saudi dari kalangan papan atas.



Berlimpah harta menghuni surga dunia

Pangeran Al Walid bin Talal dari Arab Saudi duduk dalam jet pribadinya. (richpeoplethings.com)

Selama masih kuat bepergian, mendiang Raja Fahd dari Arab Saudi saban Agustus selalu berlibur ke istana musim panasnya di luar Marbella, Spanyol. Pemimpin Negeri Petro Dolar ini terbang bersama keluarga dan rombongan pengawal menggunakan jet pribadi Boeing 747. Dia hanya menginap di istana itu sebulan tiap tahun.

Wilayah selatan Prancis juga menjadi tujuan melancong favorit bagi keluarga Kerajaan Saudi, termasuk Pangeran Al-Walid bin Talal, keponakan Fahd. Sudah tiga dekade sang pangeran menghabiskan libur musim panas di Kota Cannes. Lelaki berharta Rp 287,7 triliun ini dan menempati peringkat kesepuluh orang terkaya sejagat versi Bloomberg Januari tahun ini.

"Kami hanya berlibur seperti para pelancong lain," kata Pangeran Al-Walid, 47 tahun, di atas kapal pesiarnya, the Kingdom, di Cannes, Agustus sembilan tahun lalu, seperti dilansir stasiun televisi ABC News, Oktober 2004. Kapal pesiar dia beli dari taipan asal Amerika Serikat Donald Trump itu juga dilengkapi studio disko dan tempat mendarat helikopter. "Saya ke sini bersama putri dan putra saya. Mereka sedang bermain jet ski."

Mai Yamani, perempuan saudi kini bermukim di Ibu Kota Lodon, Inggris, mengakui betapa borosnya kehidupan keluarga kerajaan. Peneliti Program Timur Tengah di the Royal Institute of International Affairs ini menjadi saksi gaya hidup bermewah-mewahan itu saat ayahnya, Syekh Yamani, menjadi menteri perminyakan Saudi pada 1970-an.

"Pengeluaran mereka benar-benar mencolok. Semua pemborosan dan itulah gaya hidup mereka," ujar doktor lulusan Universitas Oxford, Inggris ini. Dia menegaskan perilaku memalukan keluarga kerajaan ini membuat rakyat Saudi, terutama generasi muda, marah dan mengecam hal ini di pelbagai forum Internet.

Bahkan mendiang pendiri jaringan Al-Qaidah, Usamah Bin Ladin, bersumpah bakal menghancurkan rezim Saud yang berkuasa di negara itu. "Mereka berdosa dan tidak menghargai karunia Allah. Kami perkirakan mereka bakal hancur dan bubar," Bin Ladin menegaskan dalam wawancara khusus dengan John Milner dari ABC News pada 1998. Bin Ladin yang tewas oleh serangan pasukan Navy SEAL Amerika dua tahun lalu merupakan pengusaha tajir asal Saudi keturunan Yaman.

Islam mengajarkan umatnya untuk hidup sederhana dan jangan bermewah-mewahan. Nabi Muhammad sebagai satu-satunya insan termulia sepanjang sejarah manusia bahkan hidup serba kekurangan meski dia menjadi rasul sekaligus pemimpin negara.

Namun Pangeran Al Walid membela diri. "Kekayaan adalah anugerah. Tidak ada salahnya menggunakan itu (kekayaan)."

Sungguh miris memang. Para pangeran ini dilahirkan tidak jauh dari dua kota suci, Makkah dan Madinah. Namun, kelakuan mereka tidak mencerminkan keluarga besar mereka yang mengklaim sebagai penjaga dua kota suci.


sumber:

0 comments:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top