0 comments

Perhatian, Ini Bahaya Kehamilan Tidak Diinginkan

8:00 PM
http://coba-liat.blogspot.com/
Bahaya Kehamilan Tidak Diinginkan
Jakarta, Setiap kehamilan hendaknya direncanakan dan diinginkan. Namun terkadang suatu kehamilan tidak diinginkan, sekalipun mereka yang telah berkeluarga. Nah, bila terjadi kehamilan tak diinginkan, patut diwaspadai bahaya-bahayanya.

"Dampaknya adalah meningkatkan risiko kematian ibu dan bayi yang dikandung, karena memang secara fisik tidak diinginkan," ujar Direktur Kesehatan Reproduksi Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Ari Goedadi, dalam perbincangan yang ditulis pada Rabu (6/2/2013).

Pada ibu dengan kehamilan tidak diinginkan yang mencoba menerima kehamilan namun tidak ikhlas menjadi tidak terlalu peduli dengan janin yang dikandung. Akibatnya bisa mengakibatkan malnutrisi pada janin. Kehamilan tidak diinginkan juga memicu kelahiran bayi sangat prematus (usia kehamilan kurang dari 32 minggu).

Keguguran dan preeklampsia atau kenaikan tekanan darah ibu disertai proteinuria selama kehamilan juga menjadi penemuan umum dari kasus kelahiran yang tidak diinginkan.

"Pada ibu yang tidak menginginkan kehamilan karena jarak kehamilan pendek membuat rahimnya belum siap lagi untuk hamil," terang Ari.

Memang butuh waktu untuk membuat rahim pulih benar setelah melahirkan. Rahim yang belum pulih dikhawatirkan tidak mampu memaksimalkan pembentukan cadangan makanan bagi janin dan ibu. 

Dampaknya bagi ibu bisa terkena anemia akut yang akhirnya meningkatkan risiko perdarahan dan komplikasi kehamilan. Bahkan risiko terburuknya adalah keguguran.
Sedangkan bayi yang lahir dengan jarak terlalu dekat rentan terkena autisme dan kelainan plasenta.

"Kepulihan rahim yang sempurna butuh waktu 4 tahun," ucap Ari. Meski begitu menurutnya jarak kelahiran 2 atau 3 tahun umumnya masih boleh-boleh saja.

Kehamilan tidak diinginkan juga bisa memicu terjadi aborsi. Merujuk pada studi Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) di 12 kota dari tahun 2000-2011 menunjukkan 73-83 persen wanita yang ingin aborsi adalah wanita menikah karena kegagalan kontrasepsi.

Kehamilan tidak diinginkan juga berdampak secara psikologis. Misalnya munculnya perasaan malu dan bersalah. Bahkan kondisi itu bisa membuat ibu depresi dan menimbulkan konflik dalam rumah tangga.

Anak seharusnya membawa keceriaan pada sebuah keluarga. Karena itu rencanakanlah baik-baik kehadiran sang buah hati.

0 comments:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top