0 comments

Para Taipan Wanita Dari China

4:54 AM

Segudang taipan perempuan di China
















China Negara Semilyar Orang itu menyimpan berbagai prestasi mengejutkan. Salah satu bikin geleng kepala yakni berkumpulnya para taipan dan seluruhnya perempuan.

Perempuan taipan memang langka lantaran sejagat masih banyak menilai kaum hawa sebagai warga kelas dua. Namun pemikiran ini menyingkir sendirinya saat melihat kedigdayaan mereka berada di tampuk kekuasaan dan menguasai kerajaan bisnis dengan penghasilan lebih dari cukup untuk tujuh turunan.

Berdasarkan surat kabar Financial Times (2012) dalam daftar 20 perempuan terkaya dunia, lebih dari setengah berasal dari China. Laporan survei Hurun mengumpulkan informasi dan sebagian besar taipan ini ada berkat jasa pemimpin komunis Mao Zedong lantaran saat dia berkuasa semua hal bisa didapat dengan murah.

Zhang Yin salah satu contohnya. Dia menjadi salah satu pengusaha perempuan paling kaya di bumi dengan penghasilan sebesar Rp 54,3 triliun. Dia memimpin perusahaan Nine Dragons Paper. Ada pula Wu Yajun yang memimpin perusahaan Longfor Property. Total kekayaannya mencapai Rp 39,8 triliun.

Chen Lihua juga terpandang dengan memimpin perusahaan Fuhua Internasional. taipan perempuan berbasis di daerah khusus Hong Kong ini mempunyai kekayaan total senilai Rp 38,8 triliun.

Nandani Lynton dari China Sekolah Bisnis China Eropa Internasional berbasis di Kota Shanghai mengatakan, Mao memang membuat perbedaan luar biasa saat pemimpin komunis itu bilang perempuan lah yang memegang separuh langit. "Itu asumsi kaum hawa China harus ikut bekerja keras," ujarnya.

Bukan hanya diperbolehkan untuk mengisi ruang-ruang publik bahkan yang didominasi kaum lelaki, perempuan China punya semangat tidak bisa diremehkan. Mereka ambisius dan pantang menyerah. Survei dari pusat kebijakan hidup berbasis di Kota New York, Amerika Serikat melaporkan sekitar 76 persen kaum hawa Negeri Tirai Bambu mempunyai keinginan kuat mencapai kedudukan terhormat dan jabatan tinggi sementara di Nefara Adidaya hanya 52 persen saja.

sumber:merdeka.com

0 comments:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top