0 comments

Hmm... Semerbak Cappuccino dan Sepotong Madeleine di Kafe a la Manhattan

5:00 AM
Semerbak Cappuccino
Jakarta - Uap panas mengirimkan harum cappuccino ke hidung. Lidah mengecap paduan espresso dan susu panas, meninggalkan jejak buih halus di bibir. Sambil mulut mengunyah madeleine cake, tangan kanan sibuk menggerakkan mouse. Hmm... asyiknya sore ditemani kopi, kue, dan laptop!

Coffee shop, kedai kopi, atau kafe sudah menjadi bagian penting dari kesibukan warga kota besar seperti Jakarta. Di sini kita mencari pelarian sejenak dari rutinitas di kantor: tetap menyelesaikan tugas namun dengan suasana baru. Secangkir kopi panaspun jadi pengusir lelah dan kantuk.

Outlet baru Liberica Coffee di Kemang, Jakarta Selatan, bisa menjadi pilihan. Gerainya menempati gedung baru Colony 6 Kemang dan menghadap Kemang Mansion. Jendela-jendela besar di kafe ini menyuguhkan pemandangan jalan Kemang Raya yang padat. Sekilas seperti sedang berada di kedai kopi di Manhattan, New York, Amerika Serikat.

Warna abu-abu gelap khas Liberica menampilkan kesan modern sekaligus matang. Dinding parquet dan bata cokelat sedikit melunakkan namun tetap mendukung tema. Area terasnya bisa dicoba kalau matahari sedang sembunyi. Semilir anginpun bisa dinikmati.

"Halo... Silakan, mau pesan kopi apa?" Sapaan akrab tersebut datang dari barista ketika saya menginjakkan kaki di tempat ini. Saya memandang daftar menu minuman yang tersusun rapi di tiga buah LCD.

Pilihan kopi hangatpun jatuh pada hot cappuccino (Rp 33.636) dan Fortune Latte (Rp 35.454). Berhubung masih kenyang, saya mengabaikan kertas menu yang memajang hidangan berat seperti pasta dan sandwich.

Cake cokelat Amer Surprise (Rp 27.706) yang terpajang di lemari pendingin tampak lebih menarik. Juga sebungkus madeleine (Rp 14.545 isi tiga), sponge cake mungil berbentuk kerang, yang terletak di atas counter kasir.

Tak lama setelah membayar, pesanan diantar. Aroma harum kedua kopi ini menguap. Sekilas, yang berbeda hanyalah latte artnya yang dibentuk di atas foam tipis. Cappuccino berbentuk hati, sementara Fortune Lattetampak seperti dua lingkaran. Mungkin yang dimaksud adalah koin Cina yang melambangkan keberuntungan. Pasalnya, menu Fortune Latte memang khusus untuk menyambut imlek.

Namun, saat disesap, terasalah perbedaannya. Tanpa tambahan gula cappuccinonya terasa pahit namun dengan jejak moka yang cantik. Foam-nya yang terbentuk dari buih susu terasa wangi lembut mengelus. Sedikit tambahan brown sugar benar-benar menyempurnakan rasa kopi ini.

Sebaliknya, Fortune Latte justru terasa manis creamy. Paduan kopi espresso dan krim yang seimbang, ditambah sirop pisang yang beraroma lembut sangat pas. Jejak kopi pun masih terlacak kuat. Sebuah hirupan yang wangi, cocok menemani jeda sore.

Setelah beberapa saat aroma kopi memenuhi mulut barulah saya menikmati madeleine dan cake cokelat.Madeleine terasa padat saat digigit, manis dengan wangi mentega yang enak. Bolu berbentuk kerang ini merupakan kue klasik Prancis. Cocok untuk menemani cappuccino pahit.

Amer Surprise berbentuk potongan cake cokelat berlapis. Tampilannya lembut menggiurkan. Cake ini terdiri dari enam lapis: sponge cake basah tipis dan ganache berselang-seling, plus cokelat bubuk sebagai toppingnya. Sekali gigit terasa legit cokelat dengan semburat selai marmalade (kulit jeruk) yang ada di sela-sela ganache. Hmm... terasa legit lumer di mulut!

Tak terasa senja mulai turun. Kafe inipun mulai disesaki pengunjung yang ingin rehat sore. Kopi yang diseduh segar rupanya sudah kembali memompa semangat. Kue-kue yang manispun menjadi teman pelepas penat sejenak. Jika terjebak di kemacetan Kemang sore ini, cobalah nikmati secangkir espresso single shot di sini!

0 comments:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top