0 comments

Anak Kota Lebih Rentan Kena Alergi Kecoa

5:00 AM
http://coba-liat.blogspot.com/
Alergi

Jakarta, Kecoa ternyata tidak hanya menjadi binatang yang menjijikkan, tapi juga bisa memicu alergi. Studi menemukan polusi udara bisa meningkatkan risiko alergi kecoa terutama pada anak-anak di perkotaan.

Para peneliti dari Columbia Center for Children's Environmental Health di Mailman School of Public Health menemukan interaksi faktor risiko terhadap alergi kecoa dengan komponen dari paparan udara, yang membuat anak-anak perkotaan lebih rentan alergi.

Diketahui paparan awal terhadap komponen tertentu dari polusi udara bisa meningkatkan risiko alergi kecoa pada anak usia 7 tahun, serta anak-anak dengan mutasi umum dari gen GSTM.

"Alergi terhadap kecoa adalah salah satu faktor terbesar untuk asma pada masyarakat berpenghasilan rendah di daerah perkotaan," ujar Matthew Perzanowski, seperti dikutip dari Health24.

Dr Perzanowski menuturkan temuan ini menunjukkan adanya hubungan antara alergen, paparan lingkungan dan kerentanan genetik. Beberapa anak berisiko lebih besar mengembangkan alergi terhadap kecoa yang nantinya lebih mudah terserang asma.

Dalam studi ini Dr Perzanowski dan rekan meneliti 349 pasangan ibu dan anak dari Center's Mother & Newborn. Selama kehamilan, paparan alergen kecoa (protein dalam feses, air liur atau sisa lain dari serangga) diukur dengan mengumpulkan debu dari dapur serta tempat tidur.

Peneliti juga mengambil sampel udara untuk mengukur paparan ibu terhadap polycyclic aromatic hydrocarbons (PAH), sedangkan untuk melihat mutasi GSTM1 melalui sampel darah.

Didapatkan 80 persen rumah positif tingkat tinggi alergen kecoa, dan 31 persen anak usia 7 tahun memiliki alergen kecoa. Diketahui ibu yang terpapar tingkat tinggi PAH selama kehamilan membuat anak berisiko alergi terhadap kecoa, sehingga PAH meningkatkan respons imun terhadap alergen kecoa.

Dampak gabungan dari 2 paparan ini lebih besar sekitar 27 persen pada anak dengan mutasi umum dalam gen GSTM. Hasil studi ini dilaporkan dalam Journal of Allergy and Clinical Immunology.

0 comments:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top