0 comments

Wanita ini Keliling Dunia untuk Bertemu Semua Teman Facebooknya

1:00 AM
http://coba-liat.blogspot.com/
ArLynn Presser



Seorang wanita bertekat melakukan perjalanan keliling dunia untuk bertemu langsung, bertatapan muka dengan semua teman di daftarFacebooknya yang berjumlah 325 orang.
nya yang berjumlah 325 orang.



Adalah seorang wanita asal Winnetka, Illinois bernama ArLynn Presser 51 th yang menderita agoraphobia.

Apa itu agoraphobia? Perasaan takut terhadap keramaian, atau tempat umum di mana terdapat banyak orang.

Untungnya ArLynn berprofesi sebagai penulis, sehingga dia akan betah menghabiskan waktunya seharian tinggal di dalam rumah untuk menyelesaikan karyanya. Yang jelas, sejak kecil hingga dewasa ArLynn tidak pernah keluar dari pekarangan rumahnya… thanks to internet, jadi dia tidak perlu keluar pagar rumah untuk mengetahui apa yang terjadi di luar sana.

Wanita Keliling Dunia utk Bertemu Semua 325 Teman Facebooknya


Meskipun tidak pernah keluar rumah, ArLynn mempunyai cukup banyak teman di dunia maya yang dikenalnya melalui jejaring sosial Facebook. Jumlahnya cukup banyak, 325 orang.

Suatu hari ArLynn membuat keputusan terbesar dalam hidupnya. Tepatnya pada 31 Desember 2010, dia membuat sebuah resolusi: tahun depan dia harus bisa bertemu langsung dengan semua teman di Facebooknya (sumber: vancouversun.com).

Bagi seorang pengidap agoraphobia yang tidak pernah keluar rumah, naik pesawat, menyeberang dengan kapal laut, tentulah ini merupakan sebuah keputusan yang sangat, amat luar biasa sekali!

Melalui blog yang berjudul ‘Face to Facebook’ dia menulis setiap pertemuan dengan para sahabat FBnya di 13 negara; Taiwan, Korea, Filipina, Singapura, Malaysia, Thailand, Dubai, Italia, Jerman, Inggris, Irlandia, Spanyol dan Swiss. Di akhir 2011, dia telah bertemu dengan 292 dari 325 total teman FB nya. Mereka yang tidak bisa ditemui telah meminta maaf dengan menulis pesan di FB; ada yang sakit, ada yang kerja, ada yang sedang keluar negeri, dan bahkan ada 5 yang sudah meninggal setelah di konfirmasikan oleh keluarganya.

Tentunya banyak kejadian dan pengalaman yang seru sekaligus menakutkan ketika harus menemui mereka di negara yang berbeda- beda.

“Saya selalu ketemuan di tempat umum,” ArLynn menceritakan pengalamannya. “Jika saya merasa orang tersebut menyenangkan dan bisa dipercaya, barulah saya akan mengikuti kemana dia mau ajak saya.”

ArLynn akhirnya mendapatkan pengalaman yang nyata dalam arti kata sesungguhnya. Mungkin selama ini dia hanya mendapatkan visualnya melalui internet, tetapi sekarang dia bisa merasakan sendiri. Bagaimana cara berhias, bagaimana cara memotong rambut, bagaimana membukan tutup botol dengan pedang, bagaimana mengendarai sepeda dan motor, bagaimana cara berkelahi melindungi diri, bagaimana rasanya mendaki gunung dan menyentuh binatang-binatang buas di kebun binatang, dsb.

“Aku senang akhirnya dia bisa melihat dunia nyata, menghabiskan waktu dengan bersosialisasi dengan orang lain,” Nyonya Presser mendukung kegiatan anaknya ini.
Setelah bepergian selama hampir setahun penuh ke 13 negara, tentunya ArLynn kembali ke rumah, mengurung diri di kamarnya untuk menyelesaikan sebuah buku baru yang terinspirasi dari perjalanannya.

Kita tunggu saja kisah perjalanan ArLynn melalui buku barunya…

0 comments:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top