0 comments

Video Petani Opium Afganistan Dipenggal karena Tak Bayar Utang

3:25 AM
Petani Afganistan Dipenggal karena Tak Bayar Utang
Para petugas anti-narkotika Afganistan menghancurkan bunga poppy di distrik Shindand, Afganistan. Namun upaya mereka untuk mengelimasi perdagangan narkoba membuat para petani opium berada dalam kondisi tanpa belas kasihan di hadapa para bandar narkoba

Geng-geng opium Afganistan mengambil paksa anak-anak laki dan perempuan para petani negara itu sebagai jaminan atas utang yang tidak mampu dibayar.

Sebuah film dokumenter memperlihatkan nasib mereka yang meminjam uang dari bandar narkoba untuk berbudidaya opium. Sekitar 90 persen opium dunia, bahan baku untuk heroin, berasal dari Afganistan. Oleh karenanya, tanam poppy di sana telah menjadi industri yang menguntungkan.

Namun Pemerintah Afganistan dan pasukan internasional dukungan NATO berusaha untuk menghentikan perdagangan opium dengan merusak tanaman mereka. Hal itu membuat para petani itu jatuh miskin sehingga tidak mampu mengembalikan utang. Banyak petani opium kemudian berada dalam situasi mengerikan.

Karena tidak sanggup bayar utang, para bandar narkoba lalu mengambil anak-anak mereka, termasuk anak-anak perempuan berumur sepuluh tahun. Anak-anak itu dibawa ke Pakistan atau Iran. Di sana mereka dijual untuk dijadikan budak seks atau jadi penyalur narkoba.

Para pembuat film dokumenter berjudul Brides Opium dari lembaga penyiaran Amerika PBS itu juga memperoleh rekaman tentang seorang petani yang dipenggal secara perlahan-lahan dengan pisau lipat. Petani malang itu menolak untuk menyerahkan putrinya kepada bandar.

"(Adegan) itu tampak terlalu mengerikan untuk (dipercaya) bahwa itu kenyataan," kata produser Jamie Doran, yang membuat film itu bersama wartawan investigasi Afganistan, Najibullah Quraisy.

"Ada seorang petani miskin yang tidak mampu membayar utang kepada para pedagang dan menolak untuk menyerahkan putrinya, dan kami benar-benar memiliki seluruh film yang menunjukkan bagaimana dia dipenggal dengan pisau lipat. Itulah yang mereka lakukan jika Anda menolak untuk menyerahkan putri Anda."
       
Berikut videonya:


Sumber: Kompas.com

0 comments:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top