0 comments

Sepuluh perempuan Saudi rela jadi pembantu

              Sepuluh perempuan Saudi rela jadi pembantu

Sepuluh perempuan Saudi baru-baru ini dikabarkan rela menjadi pembantu di sebuah tempat penginapan di Provinsi Qasseem, Arab Saudi. Hal ini langsung memicu kemarahan dari lelaki Saudi di dunia maya.
Situs emirates247.com melaporkan, Selasa (22/1), sepuluh perempuan itu bahkan rela bekerja delapan jam sehari. Para perempuan Saudi ini mengatakan mereka terpaksa menerima pekerjaan itu lantaran bertahun-tahun gagal mendapat pekerjaan.
"Saya tidak peduli apa kata orang mengenai pekerjaan saya, yang penting ini pekerjaan halal dan saya tidak malu sebab bekerja seperti ini," kata salah satu perempuan itu. Perempuan tidak disebutkan namanya ini menyatakan dia memiliki tujuh anak.
Dia mengatakan dirinya hanya ingin mendukung anak-anaknya setelah suaminya meninggal beberapa tahun lalu. Dia menyebut tidak masalah dengan pekerjaan itu, asalkan dapat membantu keluarga dia.
Sementara perempuan lain juga mengatakan dia rela bekerja sampai jam sepuluh malam agar dapat membantu keluarganya. Wanita tidak disebutkan identitasnya itu menyebut suaminya justru sangat mendukung dia.
"Saya hanya ingin membantu suami serta anak-anak saya. Ini pekerjaan jujur dan suami saya tidak keberatan dengan hal ini sebab saya bekerja dengan dukungan dari suami," ucap perempuan itu.
Salah satu surat kabar asal Saudi hari ini menulis, sejumlah besar pria Saudi menunjukkan kemarahan mereka melalui media sosial Twitter dan Facebook yang diarahkan kepada para perempuan itu lantaran mau menjadi pembantu. Namun, beberapa di antaranya menyalahkan kejadian ini sebab kesalahan sistem.
Arab Saudi akhir-akhir ini memang mengalami masalah pengangguran lantaran makin banyaknya warga dari luar Saudi menetap di negara itu. Sementara populasi di negara itu semakin bertambah, justru perkembangan ekonomi di Negeri Petro Dolar itu sangat lambat selama beberapa tahun terakhir.
Tingkat pengangguran di Arab Saudi dilaporkan sekitar sebelas persen. Namun, tingkat pengangguran bagi kaum perempuan lebih tinggi yaitu 25 persen.

Sumber: merdeka.com

0 comments:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top