0 comments

Penumpang: Kalau ada orang Batavia Air, saya pukul

               Penumpang: Kalau ada orang Batavia Air, saya pukul

Kekecewaan calon penumpang maskapai penerbangan Batavia Air tidak terbendung. Meskipun PT Metro Batavia secara resmi sudah memutuskan untuk tidak lagi terbang terhitung mulai hari ini, Kamis (31/1), calon penumpang yang sudah terlanjur memesan tiket ngotot tetap ingin terbang.

Salah satunya Butar, 36, calon penumpang Batavia Air tujuan Batam. "Kalau ada orang Batavia Air, saya tonjok, kesal sekali saya. Giliran kami delay mereka juga tidak mau tahu," tegas Butar kepada merdeka.com di Bandara Soekarno Hatta, Kamis (31/1).

Penumpang lainnya, Zulbasir juga mengungkapkan kekecewaannya. Dia mengaku tidak tahu mengenai penghentian operasional Batavia Air. Zulbasir pun ngotot ingin tetap terbang sesuai jadwal tiket yang sudah dipesan untuk penerbangan hari ini.

"Saya harus berangkat hari ini. Saya tunggu dari jam 7, take of 09.45, saya mau berangkat hari ini juga pokoknya," ujarnya.

Penumpang lain yang ngotot ingin tetap terbang hari ini adalah Indriyanto. "Saya masih beli tiket tadi malam, masa langsung besok paginya langsung berhenti operasi. Ini tidak masuk akal, saya harus berangkat hari ini juga," katanya.

Menyusul putusan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat yang menetapkan Metro Batavia pailit, maskapai penerbangan Batavia Air dinyatakan berhenti beroperasi.

"Berdasarkan putusan PN Pusat, secara resmi kami nyatakan Batavia Air tidak beroperasi," tegas kuasa hukum Batavia Air Raden Catur Wibowo di Jakarta, Rabu (30/1).

Humas Batavia Air Elly Simanjuntak mengatakan, karena Batavia Air secara resmi berhenti beroperasi pada 31 Januari 2013, maka penumpang yang sudah terlanjur memesan tiket pesawat bisa mengembalikan tiket yang sudah dipesan.

"Bagi penumpang yang sudah pesan tiket, bisa datang dan lapor ke kantor perwakilan kami untuk pencatatan refund," ujar Elly kepada merdeka.com, Rabu (30/1).

Meski bakal dilakukan pencatatan atas tiket yang sudah terlanjur dipesan, manajemen Batavia Air tidak bisa menjamin tiket tersebut bisa dikembalikan. Alasannya, segala sesuatu yang berurusan dengan dampak dari putusan pailit, diserahkan sepenuhnya ke kurator.

"Kami sendiri tidak bisa mengatakan tiket bisa dikembalikan, kami berusaha semaksimal mungkin membantu pengembalian tiket. Kami melakukan pencatatan dan kami serahkan sepenuhnya ke kurator. Ada empat kurator yang sudah ditunjuk," jelasnya.

sumber: Merdeka.com

0 comments:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top