0 comments

Pengalaman Traveler Ditipu di Negeri Sendiri

4:00 PM
http://coba-liat.blogspot.com/
coba-liat

Jakarta - Ditipu saat sedang traveling tentu menyedihkan. Tapi lebih sakit hati jika ditipu oleh oknum tertentu saat sedang traveling di negeri sendiri. Inilah beberapa kisahnya!

Traveling adalah salah satu cara untuk mengenal dan mencintai negeri sendiri. Sayangnya, beberapa oknum justru memanfaatkan hal tersebut menjadi ladang kriminal. Mereka memeras dan menipu para traveler yang sedang asyik menikmati kecantikan negeri ini. Tak sedikit, traveler yang geram dan mengecam perbuatan oknum-oknum tersebut. Kok, sesama satu bangsa malah menipu?

Beberapa traveler mengirimkan pengalaman pahit mereka ke redaksi@detik.travel beberapa waktu lalu. Mereka menceritakan kisah yang tidak menyenangkan dan berharap dapat menjadi pelajaran bagi traveler lainnya, seperti yang disusun detikTravel.


Beberapa kasus penipuan melibatkan travel agent atau operator tur. Tak sedikit, traveler yang ditipu oleh promosi besar-besaran dan kenyataannya justru tertipu selama perjalanan. Seperti Annisa Alhamdani, yang geram karena ditipu habis-habisan oleh salah satu operator tur abal-abal.

Dirinya mengaku banyak kesulitan dan masalah dari pihak operator tur itu, seperti tiket pesawat yang bermasalah dan membuatnya harus menetap lebih lama di tempat tujuan, Belitong. Tak hanya itu, oknum nakal pada operator tur tersebut pun banyak melakukan kesalahan. Sehingga, peserta tur harus mengeluarkan biaya tambahan dan dijanjikan akan dikembalikan tepat waktu. Kenyataannya, uang tersebut tidak pernah kembali.

Masih seputar tur operator, beberapa traveler juga mengalami hal yang serupa. Risma di Jakarta mengaku pernah ditipu oleh travel agen yang menawarkan harga murah. Dia berpesan agar selalu waspada terhadap tiket murah yang diberikan travel agen, karena bisa saja terjadi penipuan.

Kasus lainnya menimpa Faidah Uzma. Ia mengaku kena tipu tukang becak di Malioboro, Yogya pada 2 atau 3 tahun yang lalu. "Naik becak dari penginapan ke Malioboro bayarnya Rp 50 ribu. Ternyata, kami baru tahu kalau jalannya itu memutar," Kata Faidah.

Terkait soal makanan, Johana Novita juga punya pengalaman pahit saat wisata kuliner di Solo. Saat makan di salah satu warung tenda, ia dan teman-temannya memesan tongseng ayam. Ia pun curi-curi dengar, kalau satu porsiya seharga Rp 10 ribu. Tapi, justru Johana dan teman-teman harus membayar Rp 15 ribu untuk satu porsinya.

"Agak dongkol sih saat itu, kok sama turis lokal masih tega menipu. Sepele sih cuma Rp 5 ribu, tapi bukan sambutan yang baik bagi kami," kata Johana.

Pulau Dewata pun tak lepas dari kasus penipuan. Desti Fitriani, seorang dosen, mengaku pernah mengalami kasus penipuan dan perlakuan tidak menyenangkan dari beberapa kelompok pemuda di Pura Besakih, Kabupaten Karangasem, Bali.

Desti merasa ditipu, saat hanya diberikan informasi yang standar dan basa-basi kepada pemandu setempat. Padahal, dirinya sudah membayar biaya yang telah disepakati. Tak hanya itu, Desti pun dibohongi tentang jarak yang jauh dari parkiran sampai ke pura. Sehingga oknum tersebut pun tak henti-hentinya menawarkan ojek.

Apa Anda pernah mengalami kejadian serupa? Beberapa pengalaman traveler tersebut dapat menjadi pelajaran untuk Anda. Tingkatkanlah kewaspadaan dan perbanyak informasi seputar tempat tujuan.

0 comments:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top